Selasa, 01 Maret 2016
On 07.39 by Sang Kritikus No comments
Sebenarnya jika Anda bisa secara konsisten melakukan hal tersebut – yaitu dengan cara menentukan target profit harian Anda – maka Anda akan bisa mengontrol cara trading Anda dan profit Anda tentunya. Jika terjadi suatu trend yang panjang (long term), namun dalan kurun waktu yang pendek (short term) memang sering kali membuat Anda merasa ragu, apakah ini benar-benar bisa diandalkan. Dan Anda tak akan pernah tahu kapan waktunya suatu trend akan berbalik arah, hal ini tentunya sangat beresiko karena akan mengancam profit yang sudah Anda kumpulkan. Oleh karenanya sangat sedikit trader yang bermain secara long term, mungkin ini salah satu penyebabnya.
Long term trading membutuhkan pengetahuan fundamental ekonomi yang sangat rumit. Fundamnetal ekonomi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menggalinya. Pengetahuan mengenai fundamental ekonomi merupakan satu langkah maju, namun mengaplikasinya dalam forex trading adalah persoalan lain yang mungkin membuat Anda bingung. Long term trading biasanya membutuhkan aksi yang lebih sedikit karena momentum atau trend yang besar tidak setiap hari terjadi. Gaya trading seperti ini tidak cocok bagi trader yang hanya mengandalkan keberutungan saja. Jika Anda piker kembali, long term trader sebenarnya lebih punya kesempatan mencetak profit daripada shor term trader.
Namun apapun alasannya, Anda bisa meraih profit baik dari short term trading maupun long term trading asalkan Anda punya dasar pengetahuan untuk melakukan analisa secara teknikal maupun fundamental. Antara kedua system trading tersebut, manakah yang lebih baik? Tentunya ini sangat bergantung dengan gaya Anda masing-masing. Yang jelas, pilihlah strategi forex Anda dan lakukan secara konsisten untuk meraih profit dalam forex trading. Evaluasi system trading yang Anda gunakan dan terus belajar forex untuk meningkatkan kemampuam trading Anda.
Selamat menentukan gaya trading Anda. 


0 komentar:
Posting Komentar